linux dan identitasnya

Oktober 4, 2007 pukul 2:17 am | Ditulis dalam Linux | Tinggalkan komentar

Sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Don Reisinger dari CNET
News.comberjudul “linux
and its identity
crisis<http://www.zdnetasia.com/news/software/0,39044164,62032550,00.htm>”,
yang kurang lebih memberikan gambaran kepada kita semua tentang apa yang
terjadi saat ini, terkait dengan masa depan sistem operasi GNU/Linux.
Artikel ini juga untuk memberikan gambaran tentang permasalahan yang terjadi
pada komunitas linux, khususnya antara Linus dan “sekutu”nya v.s Con Colivas
beserta para suksesor linux mainstream.
Jika mengingat wawancara yang pernah di lakukan oleh ITbusiness kepada Linus
(baca Interview Dengan Linus; Kenapa kita cinta
Linus<http://e-rdc.org/v1/news.php?readmore=2>)
beberapa waktu yang lalu, maka kita akan mengetahui pandangan Linus tentang
sistem operasi GNU/Linux kedepan. Sedangkan berita yang sangat kontroversi
tentang Con colivas adalah saat dia memutuskan untuk berhenti mendevelop
kernel untuk GNU/linux.
Kembali ke artikel yang di tulis oleh Don tersebut, maka Don menyatakan
bahwa dengan adanya 2 perbedaan pendapat ini, kemungkinan akan tercipta 3
pilihan arah untuk GNU/Linux di masa depan: Tetap “*geeky*” dan hanya
memiliki daya tarik bagi para ahli teknologi diantara kita; menjadi layaknya
sistem operasi propietary (MS dan apple) dengan meninggalkan keterikatan
fungsi khusus (advanced) dan kehandalan kernel (kustomisasi); bersiap untuk
adanya perang sipil antara kedua pihak yang mungkin mengakibatkan kehancuran
linux itu sendiri.
Pernyataan dari pihak-pihak yang menyetujui apa yang dipilih Torvalds adalah
bahwa Linux merupakan yang terbaik karena tetap berpegang teguh pada ide
awalnya dan tidak mengorbankan Fungsi dan kegunaaan khususnya, hanya agar
dapat digunakan oleh seorang nenek. Sementara pihak “Mainstream” beranggapan
bahwa linux berada di posisi yang unik saat ini (dengan ubuntu yang
meng”kapitalisasi” pasar konsumen) dan menjadi alternatif bagi penguna
kebanyakan selain MAC OS X dan windows.
Don mengungkapkan pendapatnya yang menyetujui apabila beberapa distribusi
GNU/Linux sudah siap untuk “bersaing”, tetapi umumnya mereka melupakan apa
yang membuat Linux hebat: “*security, advanced functionality *dan *outstanding
usability*”. Don juga menyatakan bahwa linux tidak seharusnya “mengikuti
tren” (*mainstream*) — tetapi harus tetap pada “akar”nya dan tetaplah
Linux.
Don juga membahas pendapat Walt Mossberg pada “*The Wall Street Journal*”
yang mereview tentang ubuntu pada mesin Dell, Walt menjelaskan bahwa terlalu
banyak masalah yang di timbulkan untuk sebagian besar komsumen. Dan
kemungkinan ini adalah akhir dari ubuntu di mesin Dell. Tetapi, Don
menganggap bahwa Walt mossberg benar– Linux bukanlah untuk mengikuti tren
(mainstream). Mengapa? jika kita ingin menggunakan sistem yang tidak stabil,
maka kita bisa saja membeli Windows, dan jika ingin mendapatkan sistem
operasi dengan desain yang cantik dan sedikit fungsi yang menyerupai Linux,
kita bisa saja membeli Mac.
Don juga menuliskan bahwa pada awal Linux di ciptakan, Linux adalah
alternatif, suatu pilihan lain. Saat Torvald pertama kali memulai apa yang
akhirnya dikenal dengan Linux, dia tidak pernah berkeinginan unutk
menjadikannya “mainstream” atau menjadi salah satu sistem operasi seperti
Windows atau Mac OS X; dia hanya menginginkan linux menjadi tempat
menumpahkan semua ekspresi bagi mereka-mereka yang berkecimpung di dunia
teknologi dan mencari sesuatu yang tidak terdapat di sistem Operasi yang
beredar di pasaran. Pada kenyataannya, hal inilah yang mengakibatkan linux
semakin berkembang dan di perhitungkan.
Masih menurut Don, komunitas Linux adalah komunitas/grup yang sangat
menarik. Lebih Mirip sebuah Negara Republik dan Demokratis, Komunitas
ummunya di dominasi dua faktor dengan dua buah ide yang sama sekali berbeda.
Pihak konservatif menginginkan Linux tetaplah menjadi Linux, sedang pihak
liberal ingin “membuat uang”. Don menyebut dirinya tidak keberatan untuk di
masukkan ke golongan konservatif, atau apapun, asal bukan liberal. Lebih
ekstrim lagi Don menyinggung soal pihak liberal yang berdalih bahwa tujuan
mereka adalah untuk membawa linux langsung ke konsumen, dan tidak hanya ke
perusahaan-perusahaan besar adalah suatu kebohongan, don menyebutkan bahwa
intinya tetap adalah uang.
Dengan tegas Don menulis bahwa sejarah membuktikan Linux tidak pernah
bermotivasikan “karena Uang”, jadi, mengapa harus dimulai sekarang? Linux
adalah Linux (adalah Linux), hentikan segala usaha untuk membuat Linux
menjadi “mainstream” dan biarkan Linux berjalan apa-adanya sebagai salah
satu *advanced operating system* terbaik di industri.
echo.or.id Journal

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: