Revolusi Bisnis Internet

Agustus 23, 2007 pukul 9:12 am | Ditulis dalam internet | Tinggalkan komentar

Adalah Bill Gates yang dalam satu dasawarsa terakhir ini (tepatnya selama 13 tahun) tidak tergoyahkan dari posisi nomor satu orang terkaya dunia versi majalah Forbes. Dapat dipastikan kalau Bill Gates mendulang pundi-pundi dolarnya ‘hanya’ dari Microsoft Corp., sebuah perusahaan multinasional Amerika yang didirikan awal April 1975 dan terdaftar di Nasdaq pada Maret 1986 dengan kode MS atau MSFT. Saat ini Microsoft mempunyai lebih dari 70.000 pegawai di 102 negara dengan jumlah kapitalisasi pasar (nilai saham) 287 miliar dolar AS pada pertengahan Agustus 2005. Jika Anda jalan-jalan ke seluruh pelosok negeri Indonesia ini, dapat dipastikan komputernya 90 persen lebih tidak lepas dari sentuhan Microsoft.Namun, akhir-akhir ini Bill Gates dikabarkan sedang panik, gara-garanya Microsoft kesulitan “mendominasi” bisnis internet, padahal lebih dari 50 persen pengguna internet di dunia adalah pengguna Internet Explorer (IE), salah satu produk Microsoft. Lalu siapa sebenarnya yang “ditakuti” oleh Bill Gates ? Google, jawabannya.

Akuisisi Yahoo

Seperti sempat dikabarkan oleh New York Post, sempat tersiar kabar Microsoft sedang bernegoisasi untuk mengakuisisi Yahoo yang saat ini nilai kapitalisasi pasarnya mencapai 50 miliar dolar AS. Negoisasi ini pun dibenarkan oleh Wall Street Journal walaupun masih belum jelas apakah akuisisi atau hanya membentuk sebuah joint venture. Dampak positif bagi Yahoo dengan isu ini adalah naiknya nilai saham sebesar 17 persen.

Oleh sebagian analis, langkah diskusi antara Microsoft dan Yahoo ini disebut sebagai langkah untuk menjegal Google dalam bisnis pencarian internet walaupun masih banyak yang skeptis kalau Yahoo berminat. Saat ini, posisi Yahoo dan Microsoft berada pada posisi kedua dan ketiga di bawah Google. Saat ini, lebih dari 50 persen pengguna internet dunia menggunakan Google sebagai alat pencarian di internet.

Lalu siapa Google? Apakah betul Google menghunuskan pedangnya kepada Microsoft sehingga membuat Bill Gates panik? Google Inc. didirikan pada awal September 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin. Sama halnya dengan Bill Gates, pendiri Google pun meninggalkan kuliahnya di Stanford University untuk mengejar impian di Google. Bedanya Bill Gates dari Harvard University. Saat ini lebih dari 20.000 orang bergabung di GooglePlex, sebutan untuk markas Google. Google terdaftar di Nasdaq pada pertengahan Agustus 2004 dengan kode GOOG, dan tercatat pada pertengahan Agustus 2005 nilai kapitalisasi pasarnya sebesar 79,6 miliar dolar AS, seperempat nilai dari Microsoft pada saat yang sama. Namun, Google mendapatkan nilai saham sebesar itu hanya 1 tahun sejak melakukan IPO (Initial Public Offering) pada tahun sebelumnya.

Eric Schmidt, salah seorang petinggi Google, pernah sesumbar bahwa Microsoft adalah raksasa yang sudah uzur dengan masa kejayaan yang sudah berlalu. Menurut dia, Microsoft berakar pada sebuah fase teknologi lama yang telah tertinggal oleh kedigdayaan internet. Berdasarkan sudut pandang ini, peran Microsoft terus menurun, sedangkan Google meningkat. ”Anda berkiprah di sebuah panggung yang jauh lebih besar dengan taruhan yang lebih besar pula,” kata Eric. “Kami bersaing dengan Yahoo setiap hari. Ternyata belakangan Microsoft mengumumkan keikutsertaannya ke dalam pasar ini. Sekarang mereka belum bisa disebut pesaing, tapi saya yakin mereka terus berusaha.”

Semakin jelas bagi Schmidt kalau dia menganggap Bill Gates panik ketika menyaksikan prestasi Google yang luar biasa dalam waktu yang singkat. Padahal ketika melakukan IPO, Google sempat diramalkan akan senasib dengan Netscape–perusahaan yang menjadi simbol ledakan internet di pengujung 1990–sebelum dilindas oleh Microsoft. Sebuah artikel dari wartawan Fortune, Fred Vogelstein, berjudul ”Why Google Scares Bill Gates” semakin menjelaskan persaingan yang luar biasa dua perusahaan berbeda zaman ini.

Dominasi Google diakui banyak pihak salah satunya seperti yang dimuat pada majalah Business Week edisi Indonesia yang terbit di bulan Mei 2007, adalah tercantumnya Google di urutan kedua sebagai perusahaan inovatif versi Boston Consulting Group, sementara Microsoft ada di peringkat kelima. Yang menarik adalah ketika Google mengembangkan aplikasi perkantoran yang dapat diakses secara online melalui brand Google Apps yang di dalamnya terdapat aplikasi seperti Google Docs, Google Spreadsheet yang dikolaborasikan langsung dengan layanan e-mail melalui brand Gmail, messenger dengan brand-nya Google Talk, juga Google Calendar, dan aplikasi Google Apps ini dapat dikustomisasi dengan menggunakan brand sendiri seperti halnya kita mempunyai kantor virtual.

Sejatinya layanan Google Apps ini berkompetisi secara langsung dengan Microsoft Office Live, sebuah layanan aplikasi perkantoran online milik Microsoft. Namun, Google Apps tetap lebih unggul melalui nilai tambah kolaborasi dengan layanan-layanan yang sudah disebutkan tadi. Melalui Google Docs atau Google Spreadsheet juga kita bisa mengedit dokumen yang dibuat oleh aplikasi Microsoft. Pada saatnya nanti, layanan Google tersebut akan melawan hegemoni Office-nya Microsoft. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Microsoft mendulang pundi-pundi dolarnya yang paling besar adalah dari sistem operasi dan peranti lunak perkantoran seperti MS Office.

Masih dianggap ”bubble”

Dari paparan di atas, yang perlu digarisbawahi adalah revolusi bisnis internet telah membuat Google dalam waktu singkat menjelma menjadi perusahaan global yang banyak diperhitungkan banyak pihak. Bahkan, boleh dikatakan Google lebih kaya daripada kebanyakan negara-negara kecil. Pertanyaannya, revolusi internet di Indonesia?

Beberapa konsultan bisnis di Indonesia masih menganggap bisnis di internet adalah sesuatu yang masih bubble, terlalu jauh untuk dibicarakan, banyak khayalan. Kondisi tersebut memang terjadi ketika ditahun 2000, yang dipicu banyak sekali pengusaha-pengusaha internet melakukan ekspektasi berlebihan sehingga mendorong lebih cepat melakukan IPO agar mendapatkan untung cepat, bahkan menggelembungkan biaya operasional karena ekspektasi akan mendapatkan untung dalam waktu cepat. Namun, hal ini tidak diimbangi faktor-faktor bisnis yang lain seperti kondisi pasar, budaya, dan lain-lain.

Hal tersebut tidak hanya terjadi di Amerika, di Indonesia pun serupa, banyak pengusaha internet gulung tikar seperti KopiTime, Mweb, Satunet, dan yang lainnya. Bedanya, di Indonesia faktor paling berpengaruh adalah penetrasi internet dan infrastrukturnya yang berdampak langsung pada kondisi pasar.

Ketakutan tersebut tampaknya tidak ada pengaruhnya bagi beberapa perusahaan. Kalau sebelumnya disebutkan Google seperti Raja Midas di internet, Indonesia juga memiliki Indo.com, Bhinneka.com, Detik.com, Masterweb.net, Techscape.com, dan masih banyak yang lainnya tetap eksis bahkan mulai menuai buah dari hasil kerja keras konsistensi berbisnis di internet. Di sini tidak akan ditulis mengenai klasifikasi dari jenis-jenis usaha yang dinilai menuai untung dalam bisnis internet atau bagaimana para pelaku bisnis itu melakukannya. Yang yang jadi titik berat adalah sekaranglah saatnya revolusi bisnis internet.

Meski masih harus tetap mengurut data ketika melihat kondisi internet di Indonesia, kondisi pasar internet saat ini sudah berubah dan relatif lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi, seperti pepatah yang dipopulerkan Peter F. Drucker, ”Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan memulainya” dan mulai sekaranglah kita harus memulai.

*) Tulisan ini pernah dimuat di HU.Pikiran Rakyat tanggal 19 Juli 2007

Oleh : Yoyon Nuryana

sumber : http://www.cybermq.com/index.php?kolom/detail/4/341/kolom-341.html

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: